Jalur Pedestrian Malioboro Contoh Trotoar Ideal

Produksi Tiang Lampu dan Pengecoran Logam

Jalur Pedestrian Malioboro Contoh Trotoar Ideal

Pedestrian Malioboro

Apa yang paling terkenal dari Jogja? Ya tentu saja Malioboro. Malioboro merupakan salah satu daerah di kota Yogyakarta yang terkenal sebagai kawasan perbelanjaan legendaris seperti kerajinan tangan, pakaian murah, dan makanan khas Jogja. Malioboro juga menjadi pusatnya para seniman mengekspresikan kemampuan dan karyanya. Terlebih dengan penaataan jalur pedestrian Malioboro yang sudah sangat kondusif dan nyaman membuat Malioboro menjadi semi-pedestrian.

Sejumlah kota gencar melakukan perubahan di jalur pedestrian. Seperti yang kita tahu bahwa masih banyak trotoar yang jauh dari kata ‘baik’ untuk pedestrian karena terdapat properti yang seharusnya tidak ada di jalur ini. Jalur pedestrian Malioboro adalah contoh dari apa yang dinamakan trotoar ideal. Kenapa demikian? Ada beberapa kriteria trotoar sehingga jalur ini bisa dikatakan baik untuk pedestrian.

Kriteria Trotoar Ideal

  1. Trotoar dibangun di sisi jalan raya dengan ketinggian sekitar 15 cm dan lebar sekurang-kurangnya 1,5 m. Dimensi ini menjadikan trotoar cukup luas dan lebar tersebut mampu menampung lebih dari 1 orang
  2. Dilengkapi dengan ubin pemandu penyandang disabilitas (Guiding Block). Ubin pemandu pada trotoar ini biasanya berwarna kuning.
  3. Bebas dari apapun yang seharusnya tidak ada pada trotoar seperti pedagang dan kendaraan bermotor.
  4. Trotoar yang baik harus memiliki street furniture. Street furniture disini adalah kursi trotoar.
  5. Terdapat tiang lampu penerangan jalan yang memadai.

Intinya, trotoar harus benar-benar terbebas dari segala properti yang bisa menghalangi para pejalan kaki. Pejalan kaki disini adalah mencakup semua pejalan kaki dan juga penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda ataupun alat bantu jalan lainnya.Hak dan kenyamanan pedestrian adalah prioritas utama.

Teknisnya, alat penerangan jalan yakni tiang lampu sangatlah penting dan harus ada di jalur pedestrian ini. Tujuannya untuk memberi penerangan pada dua sisi yakni jalan raya dan trotoar. Terdapatnya tiang lampu pada trotoar dengan desain yang unik akan memberikan keindahan di area tersebut baik di siang hari ataupun malam hari.

Sudah banyak kota-kota di Indonesia yang menata ulang trotoar sehingga benar-benar menjadi trotoar yang sebenarnya. Jadi, apakah trotoar kota anda sudah memiliki kriteria trotoar yang baik?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Whatsapp